Aplikasi Canva kini hadir dalam versi desktop



Aplikasi pengolah gambar paling kekinian layak disematkan untuk "Canva". Bahkan untuk level emak-emak yang tidak terlalu mengerti komposisi layout sudah disediakan template gratis yang tinggal pakai dan hasilnya dijamin tidak akan "menusuk mata". Aplikasi yang sedang naik daun ini mungkin telah menyelamatkan jutaan pemakainya yang tidak mampu membeli aplikasi grafis yang kita tahu harganya tidaklah murah. Dan telah membantu kita yang suka pusing melihat timeline media sosial yang penuh sampah visual  tidak sedap dipandang mata.

Dan yang hebatnya lagi aplikasi Canva ini sudah lengkap paket desainnya, mulai dari pembuatan logo sampai komposisi desain untuk tampilan social media baik itu foto dan video. Untuk mengaksesnya hanya membutuhkan smartphone atau bisa juga digunakan di browser langsung yang terkoneksi internet tentunya. Penyimpanan hasil desain terintegrasi di cloud baik itu saat buka di smartphone, browser atau desktop apps nya bisa langsung diakses.

Fitur terbaru animasi dan video semakin mempertegas kenyamanan penggunaan aplikasi ini, para konten creator hanya tinggal memikirkan isi konten saja. Tersedia juga fitur premium yang tentunya akan membuat tampilan semakin dahsyat, walaupun akhirnya akan kembali kepada kreativitas penggunanya masing-masing. 

Tampilan Canva Desktop
Tampilan aplikasi canva untuk desktop windows

Aplikasi ini bisa jadi  merupakan disrupsi dari aplikasi-aplikasi pengolah grafis yang sudah bertahun-tahun menguasai dunia desain grafis. Siapa yang tidak mau mempelajari ini, terutama desainer grafis tentunya akan semakin tertinggal. Walaupun masih ada kekurangan tentunya tapi setidaknya aplikasi Canva ini sudah menjadi salah satu pilihan solusi membuat tampilan desain yang cepat dan praktis.

Mau coba fitur premium gratis ? Kalau register lewat link dibawah ini bisa dapat 1 credit/ poin gratis yang bisa digunakan untuk akses premiumnya, lumayan buat coba-coba, klik aja link dibawah :


kalau mau coba di  smartphone download di appstore / playstore,  atau untuk pengguna desktop bisa download disini:


Download Canva Desktop


Share:

Shutterstock turun harga, masihkah ada peluang di bisnis microstock?



Sebelumnya mungkin kita pernah dengar ada berita penurunan harga saham perusahan shutterstock inc, salah satu penyedia konten foto, ilustrasi dan video footage yang berlokasi di New York.Shutterstock ini salah satu pelaku utama di bisnis microstock. Oh iya, buat anda yang mungkin baru mendengar istilah microstock ini adalah secara singkatnya dimana kita bisa menitipkan karya foto atau ilustrasi maupun video kita untuk dijual oleh perusahaan tersebut. harga yang didapatkan oleh kita sebagai microstocker adalah $0.25 per 1pcs download, jualan foto dengan harga receh begitu secara garis besar bisnisnya. Walaupun terkesan receh telah banyak yang meraup penghasilan ribuan dollar per bulan.

Baru-baru ini mengumumkan informasi mereka menurunkan fee/honor download para microstockernya menjadi $0.10 dan tambahan beberapa aturan baru struktur pembayaran penghasilan. Hal ini menimbulkan kegaduhan besar bagi para contributornya

"A new “Stock Coalition” made up of photographers, illustrators, animators, and filmmakers from around the world is calling for a “global shutdown of Shutterstock portfolios” to protest the recent change to the stock giant’s royalty structure, notes PetaPixel. The industry body is asking contributors to disable their accounts for “at least one week” starting today. The controversy at the core of this call-to-action began a few weeks ago, when Shutterstock revealed a new earnings/royalty structure that infuriated many of its core contributors." (sumber : air-ap.com )
"Sebuah " Koalisi Kontributor "baru yang terdiri dari fotografer, ilustrator, animator, dan pembuat film dari seluruh dunia menyerukan" penutupan global portofolio Shutterstock "untuk memprotes perubahan baru-baru ini pada struktur royalti raksasa saham itu, catat PetaPixel. Industri ini badan meminta kontributor untuk menonaktifkan akun mereka untuk "setidaknya satu minggu" mulai hari ini. Kontroversi pada inti ajakan untuk bertindak ini dimulai beberapa minggu lalu, ketika Shutterstock mengungkapkan struktur pendapatan / royalti baru yang membuat marah banyak dari mereka. kontributor inti. "

Dampak struktur pembayaran royalty ini sangat terasa bagi kontributor yang sudah lama bergabung di shutterstock ini, karena ada sistem leveling berdasarkan jumlah karya yang di upload dan yang terasa  merugikan adalah semua level tersebut direset setiap awal tahun. Kalau bagi saya sih dampaknya belum begitu berasa, malah mungkin menguntungkan untuk awalnya walaupun nantinya untuk jangka panjang akan terasa berat.

Yang sakit hati tentunya yang sengaja serius menekuni bisnis ini sebagai pekerjaan utama, terasa semakin tidak dihargai karyanya. Jadi  masih kah ada peluang di bisnis microstock?
 
Share:

Sejarah saya mengenal internet

Photo by John Schnobrich on Unsplash
Photo by John Schnobrich on Unsplash

Saya mulai mengenal internet sekitar tahun 1997 dimana zaman tersebut internet masih tergolong teknologi baru untuk ukuran kota kelahiran saya yang hanyalah sebuah kota kecil perlintasan dari 1 kota besar ke kota besar lainnya ( ada yang bisa nebak ? ). Bahkan saat itu belum ada yang namanya Warnet atau warung internet yang kalau dilihat kondisi warnet-warnet sekarang mungkin sudah hampir punah. Untuk bisa mengakses internet dulu harus datang ke kantor pos nama layanan penyedia akses internetnya adalah "wasantara-net". semacam warung internet ada komputer desktop pc siap pakai dengan akses internet.Hal yang dilakukan internetan waktu itu hanya sebatas mengakses email dan chatting dengan aplikasi mIRC . Tapi sungguh senangnya bukan main bisa internetan walau hanya gitu-gitu saja hehe. Email pertama saya adalah dari layanan email Yahoo.com dimana waktu itu sangat berjaya di awal hadirnya internet. multimedia seperti audio dan video masih langka dan belum selancar sekarang.

Mulai tahun 2000 awal kebutuhan akses akan internet mulai meningkat karena harus mengerjakan tugas-tugas kuliah dan tahun tersebut mulai banyak beredar warung internet atau ada juga yang menyebutnya internet cafe ( mungkin biar terlihat keren). Untuk menyimpan data masih menggunakan disket floppy disk dengan kapasitas 1,4 mb belum dipotong sistem. Flashdisk masih barang langka dan mewah untuk kapasitas 8mb aja harganya bisa ratusan ribu. tahun ini adalah awal mula mengenal proses download alias donlod perdonlodan terutama lagu berformat mp3 yang sedang ngehits di zaman itu. Bayangkan rata-rata satu lagu standar 3 menitan dalam ukuran mp3 itu sekitar 3 s.d 4 mb dan untuk menyimpan hasil download dari warnet untuk 1 lagu filenya harus dipecah jadi 2-3 disket. Segitunya perjuangan kami untuk ingin mendengarkan lagu gratis donlod dari internet. Maaf waktu itu saya belum memahami hak cipta atau copyright sebuah lagu dan mungkin dialami sebagian besar pengguna internet di zaman itu karena masih dalam euphoria kemudahan mendengarkan lagu berformat mp3. 

Ini adalah zaman awal teknologi kaset untuk lagu mulai mengalami pergeseran / disrupsi. akses internet masih tergolong lambat untuk di streaming. Layanan streaming audio yang saya ingat pertama adalah menggunakan aplikasi quicktime dan real player dan itu pun super lemot. Jadi lebih enaknya didonlod dulu agar bisa diputar berulang-ulang. untuk akses internet semakin bertambah variasinya. Kalau untuk memiliki blog sendiri dulu ada penyedia nya dari geocities.com dan mulailah mengenal apa itu HTML, javascript dan lainnya.social media belum lahir / booming diindonesia. Jadi pada ngapain aja orang-orang internetan pada tahun 2000 di indonesia ? mIRC masih berjaya , dan mulai juga aktif forum-forum yang berbentuk website dimana penggunanya mulai bisa berinteraksi. tampilan website juga sudah agak meningkat dulu dikenal dengan "website interaktif" semakin banyak yang bergerak di layar nya maka dianggap semakin keren haha.

bersambung











Share:

Masa transisi pandemi covid-19


Mem


Memasuki 2 pekan setelah lebaran 2020 ini , sekilas info berita di TV katanya sekarang kita sedang memasuki masa transisi PSBB alias social distancing 'ala indonesia atau lockdown dengan kearifan lokal.Artinya sebagian sudah ada kelonggaran di berbagai sektor usaha tapi engga tau apa aja yang dilonggarkan hehehe yang jelas kondisi keuangan kami yang semakin diperketat.

Oh iya selama masa PSBB ini berlangsung jalan depan rumah saya yang bukannya semakin sepi tapi tambah ramai dengan lalu lalang sepeda motor. Pasalnya, saya tinggal di daerah kampung yang berbatasan dengan dua kompleks perumahan yang cukup besar dan selama kebijakan PSBB ini kedua jalan utama kompleks ini ditutup total. Sehingga kendaraan bermotor roda dua membanjiri jalan kampung kami. Dan istimewanya kelurahan kami ini dilabeli zona merah! , mantap kan?.

Pandemi ini memang berdampak sangat besar kepada semua pihak, adakah yang tidak terdampak sama sekali oleh penyebaran ini?. Tetangga kiri kanan sudah pasang plang untuk menjual rumahnya, ketika sedikit ngobrol dengan si tetangga tersebut dia bilang bahwa virus ini rekayasa dari negara adidaya yang sedang perang dagang dan ada unsur kesengajaan sehingga dia kehilangan pekerjaannya dan terpaksa harus menjual rumahnya.

Para ahli clickbait menjadikan pandemi ini sebagai sarana berburu “cuan” dengan menghadirkan isu konspirasi dalam pandemi ini. Benar atau tidaknya apakah isu teori konpirasi ini kalaupun misalnya benar istilah yang lebih tepatnya bukan teori konspirasi tetapi harusnya teori konsinyasi. Karena yang berperan menitipkan isu ini untuk mencari keuntungan dan biasanya yang mencari keuntungan itu para adalah pedagang yang menitipkan barangnya.

Lalu apa usaha saya untuk melawan darurat ekonomi ini? Saat ini selain tetap menjalankan usaha yang sudah berjalan dengan kondisi pasrah. Saya coba-coba dulu merintis profesi freelancer dan kerja online dengan sistem work from home. Nantilah saya bahas satu-persatu kalau ada yang sudah menghasilkan, yang jelas bukan jualan konspirasi.

See yu later blog.

Share: