Menciptakan mood bekerja yang "kondusif" saat dibawah tekanan memerlukan energi yang benar-benar extra. Terutama bila bidang yang kita kerjakan itu memerlukan daya kreatifitas tinggi. Tapi manusia adalah mahluk adaptif kan?, Kita harus bisa menghadapi situasi apapun yang akan menyongsong kita di depan. Hanya mungkin akan berpengaruh terhadap hasil atau sebuah karya yang dihasilkan.

Apakah sebuah karya diciptakan dalam kondisi mood yang  baik akan menghasilkan sesuatu yang baik ? dan respon terhadap karya itu bagaimana nantinya kalau misalnya ketika dikerjakan dalam kondisi yang kacau. Kalau diibaratkan aspek-aspek pembentuk mood kerja itu adalah barisan senar dalam sebuah gitar, apabila satu senar tidak di stem dengan baik dan  sebuah kunci nada dimainkan maka tidak akan terdengar dengan enak.

Mungkin seperti itu kurang lebihnya... ini hanya sebuah turbulensi di dalam badai.